Nama: Azmi Fauzan W
NIM: 21011700639
Pendahuluan
Pada praktik Ujian Akhir Semester mata kuliah Keamanan Sistem Informasi, saya melakukan implementasi aplikasi web berbasis PHP dan MySQL menggunakan web server Apache. Praktik ini bertujuan untuk memahami proses deployment aplikasi web, konfigurasi database, penerapan keamanan password menggunakan MD5, pembuatan virtual drive storage, serta proteksi file menggunakan Command Prompt.
Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi Jasa Cuci berbasis PHP dan MySQL. Aplikasi ini dijalankan melalui web server lokal dan dilakukan pengujian hingga berhasil masuk ke halaman dashboard admin.
Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktik ini adalah:
Laptop atau komputer.
Windows Server 2003 pada VirtualBox.
XAMPP dengan Apache, PHP, dan MySQL.
Browser.
phpMyAdmin.
File aplikasi web
jasa.File database
jasa.sql.Command Prompt.
VirtualBox untuk membuat virtual drive storage.
1. Implementasi Apache Web Server
Tahap pertama yang dilakukan adalah menjalankan Apache Web Server dan MySQL melalui XAMPP. Apache digunakan untuk menjalankan aplikasi web berbasis PHP, sedangkan MySQL digunakan sebagai database aplikasi.
Setelah Apache dan MySQL berhasil dijalankan, folder aplikasi jasa disalin ke dalam direktori web server, yaitu:
C:\xampp\htdocs\jasa
Setelah itu aplikasi diakses melalui browser dengan alamat:
http://localhost/jasa
Aplikasi berhasil menampilkan halaman login admin.
Gambar 1. XAMPP Apache dan MySQL berhasil berjalan
Gambar 2. Folder aplikasi jasa berada di htdocs
Gambar 3. Halaman login aplikasi jasa
2. Konfigurasi Virtual Drive Storage dan Keamanan Direktori
Pada tahap ini dilakukan pembuatan virtual drive baru sebesar 15 GB menggunakan fitur storage pada VirtualBox. Virtual drive dibuat dalam format VHD atau Virtual Hard Disk, kemudian ditambahkan ke sistem operasi Windows Server 2003.
Setelah drive berhasil ditambahkan, drive tersebut diinisialisasi melalui Disk Management, dibuat partisi baru, dan diformat menggunakan sistem file NTFS. Setelah proses format selesai, dibuat folder utama dengan nama pengguna sebagai tempat penyimpanan.
Contoh folder yang dibuat:
E:\Azmi_Fauzan_W
Penggunaan sistem file NTFS bertujuan agar penyimpanan memiliki pengaturan hak akses yang lebih baik dibandingkan file system lama.
Gambar 4. Penambahan Virtual Hard Disk 15 GB pada VirtualBox
Gambar 5. Disk Management menampilkan drive baru
Gambar 6. Folder nama pengguna pada drive baru
3. Migrasi dan Import Database MySQL
Tahap selanjutnya adalah melakukan konfigurasi database. Database dibuat melalui phpMyAdmin dengan nama jasa. Setelah database dibuat, file jasa.sql yang terdapat pada folder aplikasi diimport ke dalam database tersebut.
Lokasi file database:
C:\xampp\htdocs\jasa\database\jasa.sql
Setelah proses import berhasil, tabel-tabel seperti user, biaya, dan transaksi muncul pada database. Selanjutnya file koneksi.php disesuaikan agar aplikasi dapat terhubung ke database.
Konfigurasi koneksi database yang digunakan adalah:
$koneksi = mysqli_connect("localhost", "root", "", "jasa");
Keterangan:
localhostadalah host database.rootadalah username default MySQL pada XAMPP.Password dikosongkan karena XAMPP default tidak menggunakan password.
jasaadalah nama database yang digunakan.
Gambar 7. Database jasa berhasil dibuat di phpMyAdmin
Gambar 8. Import file jasa.sql berhasil dilakukan
Gambar 9. Tabel database berhasil muncul
Gambar 10. File koneksi.php telah disesuaikan
4. Keamanan Login Menggunakan MD5
Pada tahap ini dilakukan peningkatan keamanan pada data login dengan mengubah password user menjadi bentuk hash MD5. Tujuannya adalah agar password tidak tersimpan dalam bentuk teks biasa pada database.
Query SQL yang digunakan adalah:
UPDATE `user`
SET `password` = MD5('12345')
WHERE `username` = 'admin';
Setelah query dijalankan, password yang sebelumnya berupa teks biasa berubah menjadi hash MD5. Contoh hasil MD5 dari password 12345 adalah:
827ccb0eea8a706c4c34a16891f84e7b
Setelah password diubah menjadi MD5, proses login diuji kembali menggunakan:
Username:
adminPassword:
12345
Hasilnya, aplikasi berhasil melakukan login dan masuk ke dashboard admin.
Gambar 11. Query SQL untuk mengubah password menjadi MD5
Gambar 12. Password berhasil berubah menjadi hash MD5
Gambar 13. Login berhasil masuk ke dashboard admin
5. Modifikasi Halaman Beranda Web
Pada tahap ini dilakukan modifikasi halaman beranda aplikasi. Tujuannya adalah menampilkan nama pengguna pada halaman utama atau dashboard aplikasi.
Tampilan awal halaman dashboard menampilkan informasi selamat datang. Kemudian bagian tersebut dimodifikasi agar menampilkan nama pengguna dengan jelas.
Contoh teks yang ditampilkan:
Selamat Datang di UAS Keamanan Sistem Informasi
Halo Azmi Fauzan Wahyudi, Anda login sebagai Admin.
Setelah file disimpan, halaman dibuka kembali melalui browser dan hasil perubahan berhasil tampil.
Screenshot yang dimasukkan:
Gambar 14. Proses edit file halaman beranda
Gambar 15. Nama pengguna berhasil tampil di halaman dashboard
6. Proteksi File Menggunakan Command Prompt
Setelah halaman beranda berhasil dimodifikasi, file utama aplikasi diproteksi menggunakan Command Prompt. Proteksi dilakukan dengan memberikan atribut Read-only menggunakan perintah attrib +R.
Perintah yang digunakan adalah:
attrib +R "C:\xampp\htdocs\jasa\index.php"
Untuk mengecek apakah file sudah berhasil diproteksi, digunakan perintah:
attrib "C:\xampp\htdocs\jasa\index.php"
Jika muncul huruf R, maka file tersebut sudah memiliki atribut Read-only. Hal ini bertujuan untuk menjaga integritas file agar tidak mudah diubah secara sembarangan.
Screenshot yang dimasukkan:
Gambar 16. Perintah attrib +R dijalankan melalui Command Prompt
Gambar 17. Hasil pengecekan file menunjukkan atribut R
Kesimpulan
Berdasarkan praktik yang telah dilakukan, aplikasi web berbasis PHP dan MySQL berhasil dijalankan menggunakan Apache Web Server. Database berhasil dibuat dan diimport melalui phpMyAdmin, kemudian file koneksi disesuaikan agar aplikasi dapat terhubung dengan database.
Selain itu, keamanan login diterapkan dengan mengubah password ke bentuk MD5, sehingga password tidak tersimpan dalam bentuk teks biasa. Halaman beranda juga berhasil dimodifikasi untuk menampilkan nama pengguna, kemudian file utama diproteksi menggunakan perintah attrib +R agar memiliki atribut Read-only.
Dengan demikian, praktik ini berhasil menerapkan beberapa konsep dasar keamanan sistem informasi, yaitu konfigurasi web server, manajemen database, enkripsi password, pengelolaan storage, dan proteksi file sistem.
Komentar
Posting Komentar